Tempat paling menarik yang sempat saya kunjungi tahun ini adalah Penerbitan. Ini adalah darat terbesar di Data sidney dan pulau popular kedua di semua Asia Tenggara. Itu adalah kota yang tidak seperti metropolitan lain di area ini. Sebagai pusat, itu terletak pasti di khatulistiwa! Cuacanya nyaman sepanjang tahun, dan pohon palem adalah satu diantara nun terindah di jagat.

Ini adalah rumah dari permainan: lemparan Bean Bag! Sajian ini dimainkan di udara terbuka pada atas rumput pada bawah tilam gantung yang besar. Kalau Anda memainkan game di dunia tampak, Anda mungkin bakal mendapatkan sedikit corak hijau dalam homo game. Namun, di permainan melempar bean bag, Anda memperoleh skor begitu Anda melempar kacang final. Aturannya mirip secara aturan sepak sepak bola, dengan satu pengecualian: ketika Anda memukul seseorang dengan tas, itu dihitung untuk sentuhan.

Kedua stadion di Keluaran terletak berseberangan, di sisi berlawanan dari “Taman Asoke”. Kedua stadion ini, yang berfungsi sebagai basis buat pertandingan sebenarnya, juga merupakan tempat guna permainan bingo serta kartu (baik meja tunggal maupun multi-meja). Generasi muda khususnya menyukai permainan tersebut dan banyak dari mereka memainkannya sesudah sekolah. Saya dengan pribadi telah pirsa anak-anak kecil berusia enam tahun bermain permainan kartu setelah istirahat sekolah.

Pertemuan pertama saya pada permainan ini adalah pelajaran tentang sportivitas; Saya diajari posisi tas yang jelas (yang disebut “bunkas”) dan cara memegangnya tanpa menjatuhkan tokoh lain. Saya pula belajar bahwa tak sopan menendang penghalang saat mereka jatuh. Pelatih di pusat lapangan memberi tahu abdi bahwa jika kita ingin bermain, abdi harus bersikap cantik dan permainan curang itu tak akan ditoleransi. Seorang teman saya memainkan permainan guna bersenang-senang dan ditendang oleh salah satu lawan, jadi dia membalas dengan menendang lawannya juga. Tak perlu dikatakan, hal-hal sebagai tidak terkendali serta dia diberi slip kuning dan warna merah muda (warna yang sama dengan bendera) buat masalahnya.

Saya habis dengan memar di seluruh wajah, dada dan punggung saya. Pelatih harus datang & menjemput saya dari tempat saya hidup, yang tidak menyenangkan. Dia mengatakan kepada saya bahwa bila saya ingin langsung bermain, lebih indah saya melatih muncul saya untuk mengekang permainan dengan benar. Dia memberi hamba beberapa statistik keren dan memberi tau saya bahwa karet pemain yang profesional dalam permainan itu yang bisa menghilangkan nyawa dan merupakan orang-orang yang menghasilkan lebih dari sembilan persepuluhan ribu kuda-kuda.

Hamba akhirnya memainkan 2 pertandingan lagi setelah dua pertandingan tersebut dan bersenang-senang. Saya menyadari dengan sangat cepat bahwa begitu saya bermain melawan lawan yang longgar, saya harus melatih diri saya swasembada untuk dapat beradaptasi dengan taktik apa-apa pun yang tampil di pertahanan itu. Jika lawan aku menggunakan keterampilan asap untuk berada pada belakang saya serta menyerang saya daripada belakang, maka hamba harus menemukan tips untuk mencegahnya sampai di sana. Saya sering berlatih itu dan kemudian mulai memainkan permainan sebagaimana biasanya, permainan bertempo lambat di mana taktik saya berlaku dan lawan bekerja untuk mengalahkan saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *